PQTN Sebuah Nama

PADEPOKAN AL-QUR’AN TANPA NAMA (PQTN) adalah SEBUAH NAMA

PQTN didirikan oleh :cak_dulMUHAMMAD ABDULLAH AS’AD AH. SQ. S.Pd.I

 

Latar belakang pendidikan pendiri dan pengasuh PQTN :

  • Pondok Pesantren Tahaffidzul Al-Qur’an (PPTQ) Kauman Semarang dari tahun 1995-2000.  Asuhan Syaikhuna Wa Murabbi Ruhina Abuya Abdullah Umar Al-Hafizh
  • Alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam

 

Nama PQTN ini merupakan ide pendiri (MUHAMMAD ABDULLAH AS’AD AH. SQ. S.Pd.I)

PQTN singkatan dari “Padepokan al-Qur’an Tanpa Nama”.

Diambil dari istilah kata Padepokan yang kepanjangannya “PADE KAPOK KAN ?”. Pade (Betawi) artinya pada atau tiap individu, kapok artinya jera, kan sebagai kalimat penguat sekaligus pertanyaan. Istilah ini berarti setiap individu merasa jera terhadap kebodohan, kemalasan dalam belajar Al-Qur’an yang selama ini melekat pada diri masing-masing. Dengan harapan santri padepokan akan jadi jera/menyesal, kapok (Jawa) yaitu kapok tidak bisa mengaji, kapok bodoh dan kapok malas serta kapok dari hal-hal yang jelek.

 

Alasan pengambilan nama PADEPOKAN :

  • Pertama : Agar kesan pendidikan didalamnya tidak hanya mengglembeng ilmu agama saja tetapi semua aspek yang mempunya kemampuan dibidangnya dapat dikembangkan.
  • Kedua : Sesuai dengan keinginan pendiri agar PQTN dan santri serta masyarakat dapat menyatu dan berbaur menandakan keakraban hubungan agar pendekatan dakwah islam melalui Al-Qur’an mudah diterima, baik yang sudah mumpuni menengah bahkan yang sama sekali belum mengenal Al-Qur’an.
  • Ketiga : Sekaligus padepokan itu bukan hanya tempat mengaji saja tapi multi guna dan menampung setiap lapisan masyarakat, tidak memandang lapisan sosialnya, budayanya bahkan usianya.

 

TANPA NAMA, adalah sebuah nama :

  • Alasan Pertama : Ketika santri yang majemuk sudah masuk dalam naungan PQTN mereka tidak membawa embel-embel nama “BESAR” (Status, Jabatan, Keturunan/Nasab, Usia, Pendidikan) karena syarat mencari ilmu adalah niat tulus ikhlas mencari Ridho Allah dan menghilangkan kebodohan.
  • Alasan Kedua : Tidak susah diucapkan dan tidak berat untuk dihafalkan, ini juga sebagai harapan dan do’a semoga santri padepokan dimudahkan oleh Allah dalam belajar dan menghafal kalam yang suci (Al-Qur’an).

 

© 2019 pqtn.web.id  |  Padepokan Al-Quran Tanpa Nama (PQTN)  |  info@pqtn.web.id