Profil PQTN

Allah Swt. Berfirman : QS Al-Fathir (35): 29-30

“Sesungguhnya orang-orangyang membaca kitab Allah (Al-quran), mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami berikan kepada mereka, baik secara rahasia maupun terang-terangan, (mereka) Itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi. Supaya dia memenuhi pahala mereka dan menambahka (dari) karuniaNya kepada mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Berterimakasih.”

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan r.a. Rasulullah bersabda,
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”.

(Diutarakan oleh Abu Abdullah, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al Bukhari dalam shahih-nya yang merupakan sumber paling valid (hadits) setelah al-Qur’an al-Karim).

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Orang yang membaca Al-Qur’an dan menguasainya, maka ia bersama-sama malaikat (pencatat amal) yang mulia dan taat. Sedang yang menbaca al-qur’an dengan tergagap dan kesulitan maka baginya dua pahala.”

(Diutarakan Al-Bukhari dan Abu Hasan Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al-Qusyayri, dalam kedua kitab Shahihnya).

 

Berdasarkan dalil-dalil di atas inilah PQTN terwujud. Awal mula berdirinya jamaah ini adalah atas ide bersama, anggota pengajian yang tergabung didalamnya menginginkan identitas sebagai wadah yang dapat menaungi mereka dalam mempelajari Al-Qur’an.
Di rumah kontrakan (3 x 15 m2) yang dihuni oleh Muhammad Abdullah As’ad beserta istri, inilah PQTN bermula.

 

PQTN adalah nama kelompok pengajian, merupakan singkatan dari “Padepokan Al-Qur’an Tanpa Nama”.  Pengajian ini merupakan kelompok anak-anak yang awalnya hanya berjumlah 2 anak di tahun 2005, namun seiring waktu berjalan jumlah anak-anak semakin bertambah, hingga saat ini berjumlah 70 santri anak-anak, ditambah 40 anggota terdiri dari bapak, ibu wali santri dan masyarakat sekitar. Sehingga jumlah keseluruhan daftar anggota (per Mei 2009) mencapai 110 santri.

Anak-anak dalam system pengajiannya dibagi menjadi 3 (tiga) gelombang , hal ini karena didasari terbatasnya tempat dan sarana. Alasan pengajian ini tetap berada di kontrakan (tidak ditempatkan di masjid atau mushalla) karena waktu pengajian disesuaikan dengan jam sekolah anak-anak, sehingga waktunya akan berbenturan dengan waktu shalat berjamaah dan kegiatan lainnya bila ditempatkan di masjid atau mushalla.

 

© 2019 pqtn.web.id  |  Padepokan Al-Quran Tanpa Nama (PQTN)  |  info@pqtn.web.id